Tiga Aikidoka Sumatera Utara Aikikai Sandang Sabuk Hitam

11 Mei 2009

Tiga Aikidoka Sumatera Utara Aikikai Sandang Sabuk Hitam

Tiga aikidoka dari Pusat Perguruan Seni Beladiri Aikido, Sumatera Utara Aikikai berhak menyandang sabuk hitam setelah dinyatakan lulus pada ujian kenaikan tingkat yang berakhir Minggu (10/5) di Fudooshin Dojo Gedung BM3 Jalan Adinegoro Medan.

Ketiga aikidoka yang lulus dalam ujian yang disaksikan pelatih asal Jepang Shunichiro Koyanagi (Dan 5) itu yakni Adi Wijaya, Dr Hari Putra Dermawan dan Andri. “Sebanyak puluhan siswa mengikuti ujian kenaikan tingkat dan tiga orang berhak menyandang sabuk hitam,” ujar Ketua Dewan Guru Sumatera Utara Aikikai, Azantaro Sensei (Dan 4) kepada Analisa, Senin (11/5) malam.

Bersamaan dengan ujian kenaikan tingkat juga digelar pelatihanan intensif yang dipimpin langsung Shunichiro Koyanagi. Kedatangan pelatih dari Jepang itu ke Medan merupakan yang kelimakalinya sejak bergabungnya Sumatera Utara Aikikai ke Aikido Kobayashi Dojo-Jepang pada 2005 lalu.

Pelatihan itu diikuti 49 aikidoka dari 6 dojo binaan Sumatera Utara Aikikai yaitu Fudooshin Dojo (Gedung BM3, Jalan Adinegoro Medan), Andro Dojo (Jalan Setiabudi), FK-USU Medan dan PLN Sibolga Aikido Club serta beberapa aikidoka dari Pekan Baru, Semarang dan Jakarta. Seni beladiri aikido di Sumatera Utara dimulai pada akhir 1998 dan dikembangkan Azantaro Sensei. Sampai saat ini sudah telah berdiri enam dojo yang berlokasi di Medan (5 dojo) dan Sibolga (1).

Pada 2005, Sumatera Utara Aikikai Berafiliasi ke Aikido Kobayashi Dojo yang berkedudukan di Jepang. Sumatera Utara Aikikai mendapat ‘technical support” berupa latihan intensif dan ujian kenaikan tingkat DAN (sabuk hitam) setiap tahun dengan pelatih yang di kirim dari Aikido Kobayashi Dojo.

Hal itu merupakan langkah besar, karena bagi anggota Sumatera Utara Aikikai tidak perlu lagi ke Jakarta untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat DAN. Selain itu para siswa bisa mengikuti latihan intensif bersama pelatih yang di kirim.