AIKIDO SUMUT

22 Oktober 2009

Ujian Kenaikan Tingkat

Ujian kenaikan tingkat untuk AIKIDO SUMUT yang di pimpin oleh Sensei Azantaro akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 25 November 2009. Bagi aikidoka yang berminat untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat, dapat menghubungi pengurus dojo masing-masing. Aikidoka yang ingin mengikuti ujian kenaikan tingkat harus mendapat rekomendasi dari sensei penanggungjawab dojo dan telah memenuhi persyaratan.

Salam.

04 September 2009

Turut Berduka Cita


Segenap pengurus Website AIKIDO SUMUT mengucapkan rasa belasungkawa yang sedalam dalam nya kepada Keluarga Sensei Azantaro atas meninggalnya putra ke - 4 beliau di usia yang ke - 3 hari. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah.


18 Agustus 2009

Sejarah AIKIDO

Aikido dulu dikenal sebagai Aikijutsu dikembangkan secara eksklusif dan tertutup oleh pangeran Teijun, putra ke-6 Kaisar Seiwa (keluarga Genji) Jepang. Sistemnya mulai dibentuk oleh Minamoto Genji Yoshimitsu di pusat pengembangan Istana Daito yang kemudian dikenal sebagai Daito Aikijutsu.


Sejak tahun 1920, Aikido mulai dimasyarakatkan oleh Profesor Morihei Ueshiba dan ia mendirikan organisasi Aikikai Foundation pada tahun 1940. Aikikai Foundation mendapat legitimasi dari pemerintah Jepang dan sejak saat itu menjadi pusat pengembangan Aikido dunia. Saat ini Aikikai Foundation dipimpin oleh Moriteru Ueshiba, generasi ke-3 keluarga Ueshiba.


Aikido adalah budo, yang secara harafiah berarti jalan kesatriaan atau seni bela diri. Budo yang murni merupakan penggabungan antara pikiran, napas, dan jiwa. Budo akan termanifestasi berdasarkan hati si praktisi, bukan oleh tekniknya. Selain jalan ksatria, aikido juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Mempraktekkan Aikido sama halnya dengan Anda berlatih kardiovaskular karena gerakan-gerakannya bersifat konstan. Selain itu, untuk bisa menampilkan gerakan tertentu, Anda tentu butuh energi dan energi tersebut hanya akan mengalir maksimal jika Anda berada dalam posisi yang benar serta teknik bernapas yang benar.

Teknik dasar Aikido
Ketika berlatih Aikido, Anda perlu seorang sparing partner. Disebut, Uke (yang berinisiatif menyerang dan nage (yang bertahan dan menetralisasikan serangan) Berikut beberapa teknik dasar Aikido:




  • Ikkyo; mengontrol penyerang dengan menempatkan satu tangan pada siku dan satu lagi dekat pergelangan tangan dengan memberikan tekanan untuk membanting penyerang ke tanah.
  • Nikyo; menyeret uke dengan teknik kuncian pada pergelangan tangan, kemudian memutarnya sambil memberikan tekanan yang menyakitkan pada saraf.
  • Sankyo; teknik memutar yang dimaksudkan untuk memberikan tekanan spiral pada seluruh lengan, termasuk siku dan bahu.
  • Yonkyo; teknik penguasaan bahu dengan cengkeraman kedua tangan pada lengan bawah.
  • Gokyo; variasi lain dari ikky, di mana tangan yang mencengkeram pergelangan tangan dibalikkan dan cukup efektif dalam upaya merebut senjata lawan.
  • Shihonage atau bantingan empat arah.
  • Kotegaeshi yang melibatkan sebuah bantingan sambil mengunci pergelangan yang menekankan pada otot pergelangan.
  • Kokyonage, yang juga dikenal sebagai bantingan pernapasan.
  • Iriminage atau bantingan dengan tubuh terlebih dahulu merangsek ke tubuh lawan.
  • Tenchinage atau bantingan bumi dan langit
  • Koshinage atau bantingan pinggul versi Aikido
  • Kaitennage atau bantingan berputar, di mana nage menyapu lengan uke kembali hingga mengunci sendi bahu setelah nage menerapkan tekanan dorognan ke depan untuk membanting penyerang. Selain itu, ada 4 kelompok latihan utama.
  • Katai, yang mengarah pada latihan dasar dan lebih kepada pembangunan fondasi gerakan tubuh dan pernafasan;
  • Yawarakai, melatih yang terserang untuk membelokkan serangan dan memadukan gerakan untuk menguasai penyerang atau situasi
  • Kino-nagare, melibatkan latihan bagi yang terserang untuk menahan atau melawan serangan dengan memadukan gerakannya dengan penyerang bahkan sebelum melakukan kontak
  • Ki, yang merupakan teknik aikido absolut dan melibatkan pembangunan sebuah hubungan dari ki atau spirit dari terserang dan penyerang.

Ingin berlatih aikido?

Semua teknik dasar aikido itu bisa dikombinasikan hingga ratusan gaya lainnya. Menguasai setiap teknik menuntut disiplin dan dedikasi. Tapi, Anda tidak akan bisa menjadi master Aikido hanya dengan menyaksikan -walau secara terus-menerus- seni beladiri ini melalui film atau televisi, termasuk media lain.Satu-satunya cara bila Anda ingin disebut sebagai master Aikido, Anda harus mempelajarinya langsung dari seorang sensei. Ini berarti Anda mesti masuk ke dojo hingga kelas terakhir. Mungkin Anda bakal merasakan sedikit sakit akibat terjatuh dan terbanting berkali-kali di atas matras, tetapi itu semua akan terbayar bila Anda telah merasakan manfaatnya.

Jadi, tunggu apa lagi?



,

11 Mei 2009

Tiga Aikidoka Sumatera Utara Aikikai Sandang Sabuk Hitam

Tiga aikidoka dari Pusat Perguruan Seni Beladiri Aikido, Sumatera Utara Aikikai berhak menyandang sabuk hitam setelah dinyatakan lulus pada ujian kenaikan tingkat yang berakhir Minggu (10/5) di Fudooshin Dojo Gedung BM3 Jalan Adinegoro Medan.

Ketiga aikidoka yang lulus dalam ujian yang disaksikan pelatih asal Jepang Shunichiro Koyanagi (Dan 5) itu yakni Adi Wijaya, Dr Hari Putra Dermawan dan Andri. “Sebanyak puluhan siswa mengikuti ujian kenaikan tingkat dan tiga orang berhak menyandang sabuk hitam,” ujar Ketua Dewan Guru Sumatera Utara Aikikai, Azantaro Sensei (Dan 4) kepada Analisa, Senin (11/5) malam.

Bersamaan dengan ujian kenaikan tingkat juga digelar pelatihanan intensif yang dipimpin langsung Shunichiro Koyanagi. Kedatangan pelatih dari Jepang itu ke Medan merupakan yang kelimakalinya sejak bergabungnya Sumatera Utara Aikikai ke Aikido Kobayashi Dojo-Jepang pada 2005 lalu.

Pelatihan itu diikuti 49 aikidoka dari 6 dojo binaan Sumatera Utara Aikikai yaitu Fudooshin Dojo (Gedung BM3, Jalan Adinegoro Medan), Andro Dojo (Jalan Setiabudi), FK-USU Medan dan PLN Sibolga Aikido Club serta beberapa aikidoka dari Pekan Baru, Semarang dan Jakarta. Seni beladiri aikido di Sumatera Utara dimulai pada akhir 1998 dan dikembangkan Azantaro Sensei. Sampai saat ini sudah telah berdiri enam dojo yang berlokasi di Medan (5 dojo) dan Sibolga (1).

Pada 2005, Sumatera Utara Aikikai Berafiliasi ke Aikido Kobayashi Dojo yang berkedudukan di Jepang. Sumatera Utara Aikikai mendapat ‘technical support” berupa latihan intensif dan ujian kenaikan tingkat DAN (sabuk hitam) setiap tahun dengan pelatih yang di kirim dari Aikido Kobayashi Dojo.

Hal itu merupakan langkah besar, karena bagi anggota Sumatera Utara Aikikai tidak perlu lagi ke Jakarta untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat DAN. Selain itu para siswa bisa mengikuti latihan intensif bersama pelatih yang di kirim.

07 Mei 2009

Sumatera Utara Aikikai Kembali Datangkan Pelatih Aikido Asal Jepang

Pusat Perguruan Seni Beladiri Aikido, Sumatera Utara Aikikai kembali mendatangkan pelatih dari Jepang dalam rangkaian pelatihan intensif

yang digelar pada 9-10 Mei di Fudooshin Dojo di Gedung BM3 Jalan Adinegoro Medan.

“Untuk keempat kalinya Shunichiro Koyanagi (Dan 5) datang ke Medan sejak bergabungnya Sumatera Utara Aikikai ke Aikido Kobayashi Dojo-Jepang pada tahun 2005,” ujar Sekjen Sumatera Utara Aikikai, Dharma Adly di Medan, Kamis (7/5).

Menurutnya, selain latihan intensif juga digelar ujian kenaikan tingkat sabuk hitam.

Pelatihan tersebut diikuti 49 aikidoka dari 6 dojo binaan yaitu Fudooshin Dojo (Gedung BM3 Jalan Adinegoro ), Andro Dojo (Jalan Setiabudi), FK-USU Medan dan PLN Sibolga Aikido Club serta beberapa aikidoka dari Pekan Baru, Semarang dan Jakarta.

Program Intensif Training merupakan kegiatan tahunan yang telah diselenggarakan sejak 1998 dengan mendatangkan pelatih asing dari berbagai aliran. Namun baru 2005, sejak mendapat technical support dari Aikido Kobayashi Dojo dapat menyelenggarakan kegiatan secara periodik.

“Kegiatan ini sudah merupakan komitmen kami untuk membantu Sensei Azantaro mengembangkan Aikido dan menjadikan Sumatera Utara Aikikai sebagai barometer perkembangan aikido di Indonesia,” papar Adhi Dharma Adly.

Di tempat terpisah, Sensei Safridoli Tampubolon yang telah berulang kali mengikuti pelatihan di Jakarta menyebutkan, pelatihan ini berbeda dengan yang pernah diikutinya.

Program ini lebih intensif sehingga materi yang diterima lebih banyak bahkan beberapa materi seperti teknik ken (pedang) dan jo (toya) hanya bisa didapat dari Aikido Kobayashi Dojo.

Seperti yang diketahui, seni beladiri aikido di Sumatera Utara dimulai pada akhir 1998 dan dikembangkan Azantaro Sensei. Sampai saat ini sudah berdiri sebanyak enam dojo yang berlokasi di Kota Medan (5 dojo) dan Sibolga (1).

Dalam perjalanan, pada 2005, Sumatera Utara Aikikai Berafiliasi ke Aikido Kobayashi Doj0 yang berkedudukan di Jepang. Sumatera Utara Aikikai mendapat ‘technical support” berupa latihan intensif dan ujian kenaikan tingkat DAN (sabuk hitam) setiap tahun dengan pelatih yang di kirim dari Aikido Kobayashi Dojo.